Langsung ke konten utama

Prosedur Bore Pile


PROSEDUR PEKERJAAN BORE PILE
Prosedur pekerjaan bore pile di buat agar seluruh pelaksanaan pekerjaan bore pile di lapangan tetap mengacu pada dokumen RKS (Rencana Kerja dan Syarat-syarat) yang sudah ditetapkan.
Peralatan dan Matrial yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan bore pile meliputi :

1. Peralatan Bore :
Mini Crane (Kerangka Mesin Bore)
Winch +  Mesin Penggerak + Sling Baja
Motor Penggerak + Gear Box (Speed Reducer) 
Mesin Pompa (NS 80 + Mesin Penggerak) 
Generatore Ser
Pipa Bore/Stang Bore
Pipa Tremi
Aksesoris :
-          Water Swipel
-          Pulley Block
-          Segel Pengunci
-          Corong Cor/Baket Cor
-          Head Tremi
-          Head Stang Bor
-          Slang Hisap
-          Slang Dorong
-          Switch Power Motor Penggerak
-          Kunci Rantai
-          Mata Bor
 2. Kebutuhan Matrial dan Sarana Pendukung :
-          Besi Tulangan
-          Cor (Readymix/Sitemix)
-          Galian area pengeboran/titik pengeboran
-          Tanah Merah atau Semen Bentonit
-          Air Sirkulasi/Bak Sirkulasi
-          Tempat penampungan lumpur

Urutan Pelaksanaan Pekerjaan Bore Pile
a. Melakukan survey lapangan untuk menentukan titik bor.
b. Melaksanakan penggalian secara manualuntuk seluruh titik bore pile, untuk pengecekan fasilitas eksisting seperti under ground kabel/pipa di lokasi pengeboran. Hal tersebut di butuhkan jika di area pengeboran memang berpotensi dilewati jalur under ground kabel.
c. Lakukan pengeboran, dengan metode Wash Drilling, dimana air digunakan sebagai media untuk menyembur tanah agar mampu di tembus oleh mata bore dengan mudah. Oleh karena itu dalam pelaksanaan bore pile di perlukan bak sirkulasi.
d. Masukkan semen bentonite/tanah liat/tanah merah, untuk menghindari/mencegah terjadinya kelongsoran di area pengeboran.
e. Setelah pengeboran sesui dengan kedalaman yang diinginkan, kemudian masukkan Rebar Intallation (besi tulangan) yang sudah disiapkan sesui kebutuhan.
f. Masukkan Pipa Tremi, untuk media penuangan cor kedalam lubang bore agar tidak langsung tercampur dengan lumpur dan mampu menekan lumpur sehingga lumpur dapat keluar dari lubang bore dan menuju ke bak sirkulasi/bak tampung (faktor tekanan dan masa jenis cor akan mendorong lumpur ke atas).
g. Untuk hasil yang maksimal, sebelum melakukan pengecoran dilakukan uji Slump terlebih dahulu sesui dengan nilai yang dibutuhkan.
  Demikian prosedur bore pile ini kami susun agar dapat memberikan sedikit gambaran bagi calon costumer terhormat. Kami menyediakan Mesin dengan tingkat keamanan yang tinggi. Siap melayani untuk seluruh wilayah di Indonesia.


#SAFETYFIRST
#SAFETYBOREPILE
#ZEROACCIDENT

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengeboran Kering

Mini Crane borepile juga mampu digunakan untuk pengeboran Kering dengan diameter yang cukup besar, namun tidak semua jenis tanah mampu ditembus dengan metode pengeboran kering. Jika kondisi tanah mampu dilakukan dengan pengeboran Kering maka jelas hasil pengeboran akan lebih bagus dan bersih.

Menghitung Kekuatan Bangunan

Perencanaan Bangunan Sebelum pelaksanaan pembangunan tentunya perencaan harus benar-benar dimatangkan agar spesifikasi matrial dan kekuatan bangunan sesuai dengan desain yang diharapkan. Semua harus balance agar bangunan tersebut kokoh, salah satu unsur terpenting adalah dalam menentukan kekuatan pondasi yang sesuai. Tentunya struktur pondasi bangunan satu lantai akan jauh berbeda dengan bangunan bertingkat. untuk era digital sekarang ini kita tidak perlu susah tanya sana sini tinggal googling masalah terselesaikan. Kita bisa cari panduan bagaimana cara mengitung maupun tinggal klik dan hubungi jasa pelayanan tersebut.hehehehe Jika hasil perhitungan sudah kita dapatkan tentunya kita akan mengetahui struktur pondasi seperti apa yang cocok untuk bangunan yang kita harapkan. Untuk masalah sturktur pondasi juga tidak perlu khawatir tinggal contak kami dan akan kami follow up tapi sekali lagi kami tegaskan kami hanya spesialist dalam pelaksanaan pengerjaan bore pile manual dan pondasi...